Mencintai memang merupakan kebutuhan kita. Demikian juga dicintai. Saya berpikir, apakah yang membutuhkan cinta hanya anak-anak muda saja? Tidak! Orangtua pun membutuhkan cinta. Kita bisa membayangkan bagaimana kalau kita mempunyai anak yang kita cintai , tetapi anak kita tidak mencintai kita. Kita akan merasa kurang.
Sesungguhnya bukan hanya anak-anak yang ingin dicintai ayah ibunya. Tiap orangtua juga ingin di cintai anak-anaknya. Bagaimana rasanya kalau anak-anak bukan mencintai orangtuanya, tetapi membenci mereka? tentu itu sesuatu yang amat menyakitkan. oleh karena itu, cinta adalah kebutuhan manusia yang alami, yang wajar. Ingin dicintai, selain juga ingin mencintai. Tidak terbatas pada anak-anak, remaja, tetapi juga orang tua.
Kalau sampai anak-anak tidak mendapatkan makanan emosi yang cukup, yang disebut cinta, dari orangtua mereka, maka anak-anak itu mencari cinta yang bukan dari orangtuanya, meskipun cinta itu cinta yang murahan. Dan tidak jarang pula mereka membuat sesuatu yang aneh-aneh meskipun berbahaya. Oleh karena dengan membuat sesuatu yang aneh-aneh, orang lain akan memperhatikan dia. Perhatian dari orang lain adalah salah satu bentuk kebutuhan untuk dicintai. Karena tidak mendapatkan cinta, tidak mendapatkan perhatian dari orangtua mereka, maka anak ingin mendapatkan perhatian dari orang lain. Dan supaya orang lain memperhatikan, mereka membuat sesuatu yang aneh-aneh.
Orangtua sama saja. Kalau orangtua kehilangan cinta anak-anaknya, mereka juga membuat hal-hal yang aneh-aneh, yang macam-macam. Perilakunya yang aneh-aneh itu adalah wujud keinginan agar ada orang lain yang memperhatikannya, agar mereka dicintai, meskipun hanya sesaat. Perhatian sesaat dari orang lain tidak jarang adalah cinta yang murah.
Dikutip dari buku "Bersahabat dengan kehidupan" oleh Bhante Sri Pannyavaro
Sesungguhnya bukan hanya anak-anak yang ingin dicintai ayah ibunya. Tiap orangtua juga ingin di cintai anak-anaknya. Bagaimana rasanya kalau anak-anak bukan mencintai orangtuanya, tetapi membenci mereka? tentu itu sesuatu yang amat menyakitkan. oleh karena itu, cinta adalah kebutuhan manusia yang alami, yang wajar. Ingin dicintai, selain juga ingin mencintai. Tidak terbatas pada anak-anak, remaja, tetapi juga orang tua.
Kalau sampai anak-anak tidak mendapatkan makanan emosi yang cukup, yang disebut cinta, dari orangtua mereka, maka anak-anak itu mencari cinta yang bukan dari orangtuanya, meskipun cinta itu cinta yang murahan. Dan tidak jarang pula mereka membuat sesuatu yang aneh-aneh meskipun berbahaya. Oleh karena dengan membuat sesuatu yang aneh-aneh, orang lain akan memperhatikan dia. Perhatian dari orang lain adalah salah satu bentuk kebutuhan untuk dicintai. Karena tidak mendapatkan cinta, tidak mendapatkan perhatian dari orangtua mereka, maka anak ingin mendapatkan perhatian dari orang lain. Dan supaya orang lain memperhatikan, mereka membuat sesuatu yang aneh-aneh.
Orangtua sama saja. Kalau orangtua kehilangan cinta anak-anaknya, mereka juga membuat hal-hal yang aneh-aneh, yang macam-macam. Perilakunya yang aneh-aneh itu adalah wujud keinginan agar ada orang lain yang memperhatikannya, agar mereka dicintai, meskipun hanya sesaat. Perhatian sesaat dari orang lain tidak jarang adalah cinta yang murah.
Dikutip dari buku "Bersahabat dengan kehidupan" oleh Bhante Sri Pannyavaro